asuransi penyakit kritis

Simas Jiwa Critical Illness

SEKILAS PRODUK

SiJi Critical Ilness (CI) merupakan produk asuransi penyakit kritis 1 tahunan yang dapat terus diperpanjang setiap tahunnya hingga Tertanggung berusia 60 tahun. Produk ini pada dasarnya merupakan produk pelengkap dari asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, dimana santunan asuransi dapat digunakan untuk menggantikan pendapatan yang hilang akibat tidak lagi dapat produktif dikarenakan sudah terkena penyakit kritis.

 
Keistimewaan:

  • Produk standalone (polis tersendiri)
  • Premi yang terjangkau
  • Proses pembelian asuransi yang mudah

 
Produk ini dijamin oleh Asuransi Simas Jiwa.

[-]
MANFAAT YANG DIBERIKAN

Produk ini memberikan santunan sejumlah Uang Pertanggungan apabila Tertanggung didiagnosa pertama kalinya dari salah satu atau lebih penyakit kritis, yaitu:

  1. Stroke
  2. Kanker
  3. Serangan Jantung
  4. Pembedahan Pembuluh Jantung Terbuka
  5. Penyakit Paru Stadium Akhir
  6. Kegagalan Ginjal Kronis
  7. Gagal Jantung
  8. Transplantasi Organ Tubuh Utama
  9. Kelumpuhan Total
  10. Penyakit Terminal
[-]
PENGECUALIAN POLIS

Pengecualian Umum

  1. Penyakit bawaan.
  2. Penyakit yang disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh AIDS atau penyakit yang berkaitan dengan AIDS dan komplikasinya.
  3. Cedera yang timbul sebagai akibat dari upaya bunuh diri, atau cedera yang disengaja.
  4. Penyakit ini telah didiagnosis untuk pertama kalinya sebelum periode polis dimulai atau selama masa tunggu setelah polis berjalan.
  5. Serangan iskemik transien serta gejala otak lainnya yang disebabkan oleh migrain, cedera otak karena trauma atau hipoksia, dan penyakit pembuluh darah pada mata atau penyakit yang menyerang saraf mata dan fungsi keseimbangan yang merupakan pengecualian dari stroke kritis.
  6. Beberapa kondisi berikut adalah pengecualian untuk penyakit kritis kanker:
    1. Tumor jinak.
    2. Karsinoma in-situ dan tumor lainnya digambarkan sebagai lesi yang sudah ada sebelumnya kanker atau non-invasif, termasuk karsinoma-in-payudara situ, displasia serviks CIN1, CIN2, dan CIN3.
    3. Hiperkeratosis, sel basal dan kanker kulit sel skuamosa, dan melanoma dengan ketebalan kurang dari 1,5 mm Breslow, atau lebih rendah dari Clark Level 3, kecuali ada tanda-tanda penyebaran.
    4. Kanker kelenjar prostat berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi dan klasifikasi TNM termasuk dalam kelompok T1a, T1b, atau kanker kelenjar prostat lainnya dengan klasifikasi lebih banyak rendah.
      1. Tumor diklasifikasikan menggunakan metode Sistem TNM untuk menilai tahapan perkembangan tumor, yaitu:
        • T: Tumor (Ukuran benjolan)
        • N: Nodes (Lokasi kelenjar limpa)
        • M: Metastasis (menyebar ke organ lain)
      2. Klasifikasi kanker prostat menurut TNM, salah satunya adalah T1, yang merupakan tumor yang tidak terdeteksi secara klinis, tidak dapat disentuh atau dilihat dengan pencitraan.
        • T1a: Tumor ditemukan secara tidak sengaja dari pemeriksaan histopatologis kurang dari atau sama dengan 5% dari jaringan yang direseksi.
        • T1b: Tumor ditemukan secara kebetulan dari pemeriksaan histopatologis di lebih dari 5% jaringan yang direseksi.
    5. Mikrokarsinoma tiroid papiler tipe T1N0M0 dengan diameter kurang mulai 1 cm.
    6. Mikrokarsinoma papiler kandung kemih.
    7. Leukemia limfositik kronis kurang dari RAI stadium 3.
    8. Tumor yang disebabkan oleh infeksi virus HIV.
    9. Semua jenis leukemia.
  7. Prosedur bedah non-invasif dan semi-invasif, termasuk dengan penggunaan kateter dan laser yang merupakan pengecualian dari penyakit ini operasi arteri jantung koroner terbuka kritis.
[-]
INFORMASI PENTING
  1. SYARAT KEPESERTAAN
    Tertanggung berusia minimal 18 tahun dan maksimal 58 tahun dan merupakan warna negara Indonesia atau warga negara asing yang tinggal atau tinggal dan bekerja di Indonesia.
  2.  

  3. MASA TUNGGU
    Masa dimana tidak ada manfaat jaminan pertanggungan adalah 90 hari sejak periode polis dimulai. Santunan akan diberikan apabila Tertanggung tetap hidup dalam waktu minimal 30 hari sejak terdiagnosa penyakit kritis yang dimaksud.
[-]
PREMI YANG HARUS DIBAYARKAN

Gunakan menu “Dapatkan Quotation” di bawah halaman ini untuk menghitung premi sesuai dengan benefit yang Anda pilih.

[-]
PROSEDUR KLAIM

Dokumen klaim yang dibutuhkan untuk pengajuan klaim:

  1. Polis (Asli)
  2. Hasil Pemeriksaan Diagnostik Dari Rumah Sakit
  3. Fotokopi Identitas Pemegang Polis dan Tertanggung
  4. Dokumen Pemeriksaan Penunjang Lainnya
[-]
PROSEDUR PEMBELIAN
  1. Pemohon mengisi form aplikasi melalui menu “Dapatkan Quotation”
  2. Kami akan mengirimkan kode pembayaran premi setelah menerima permohonan asuransi dalam 2×24 jam
  3. Polis akan diterbitkan dalam bentuk e-polis setelah pemohon membayar premi
  4. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan email kami ke: bondan@pusatasuransi.com atau melalui WhatsApp di +6281331064766
[-]

 

Dapatkan Quotation

Asuransi Penyakit Kritis, Perlukah?

vita-CritIllness-v4a

Asuransi Penyakit Kritis, suatu produk yang memberikan perlindungan terhadap suatu penyakit kritis, berkembang belakangan ini. Dana santunan sebesar ratusan juta rupiah bahkan milyaran dapat diklaim secara lump sum (sekaligus) jika tertanggung menderita suatu penyakit kritis. Berbagai macam fitur ditawarkan, sehingga membuat produk ini semakin menarik di mata calon tertanggung. Apalagi dengan melihat fenomena belakangan ini, dimana semakin banyak orang yang menderita penyakit kritis, bahkan dari yang awalnya secara keuangan cukup mumpuni, akhirnya harus bangkrut karena begitu mahalnya biaya perawatannya. Tapi, apakah sebenarnya Asuransi Penyakit Kritis tersebut? Apakah kita memerlukannya?

 

Asuransi Critical Illness (CI), sebenarnya bukanlah asuransi penyakit kritis, melainkan lebih tepatnya disebut sebagai asuransi KONDISI KRITIS. Ya, karena risiko yang dijamin dalam Asuransi CI ini bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu kondisi tertentu yang didefinisikan di dalam Polis. Ketika tertanggung mengalami suatu kondisi tertentu yang tertuang di dalam polis, maka dana santunan dapat diklaim oleh tertanggung. Jika kondisi yang dialami tidak sesuai dengan kondisi kritis yang tertuang di dalam polis, maka tentu saja dana santunan tersebut tidak dapat diklaim.

 

Perawatan Sakit Kritis dengan Asuransi Critical Illness

Kita juga mungkin berharap, dengan memiliki Asuransi CI ini, maka kita akan merasa aman dari mahalnya biaya perawatan penyakit kritis, misal kanker yang diklaim harus menyiapkan dana minimal Rp. 1.000.000.000 untuk perawatannya. Tapi saya bisa berkata, sebaiknya kita tidak terlalu berharap dengan produk Asuransi CI untuk membiayai perawatan penyakit kritis ini, karena seperti yang disebutkan sebelumnya, yaitu dana santunan hanya bisa diklaim jika kondisi yang kita alami sudah sesuai dengan kriteria kritis menurut polis yang kita beli. Karena itu, sebelum membeli produk ini, kita harus terlebih dahulu membaca kriteria kondisi kritis yang disebutkan di dalam polis. Kriteria kondisi kritis yang dimaksud bukan hanya sekadar nama kondisinya, melainkan juga berbagai macam hal tindakan yang mungkin dipersyaratkan untuk memenuhi kriteria kondisi kritis tersebut.

 

Sebagai contoh, berikut adalah salah satu kriteria kondisi kritis KANKER yang terdapat pada salah satu produk Asuransi CI:
“Kanker diartikan sebagai pertumbuhan baru focal autonomous dari sel-sel yang tidak normal yang mengakibatkan serangan terhadap jaringan normal. Kanker tersebut harus didiagnosa secara positip berdasarkan pemeriksaan dari jaringan histologis melalui mikroskop, atau sediaan dari sistem haemic. Diagnosa tersebut semata-mata didasarkan atas kriteria keganasan yang berlaku setelah melalui pemeriksaan susunan histocytologic atau pola dari tumor, jaringan atau spesimen yang dicurigai. Diagnosa Klinis tidak memenuhi ketentuan ini. Kecuali untuk melanoma ganas, kanker kulit dan non-invasive carcinoma-in-situ yang tidak tercakup.”

 

Bisa kita perhatikan, bahwa persyaratan untuk mendapatkan santunan dana yang diakibatkan karena kanker adalah:
  • Harus adanya pemeriksaan dari jaringan histologis melalui mikroskop, atau sediaan dari sistem haemic
  • Diagnosa Klinis tidak memenuhi ketentuan ini
  • Pengecualian untuk melanoma ganas, kanker kulit dan non-invasive carcinoma-in-situ

 

Bahkan terkadang, beberapa produk memberikan pengecualian tambahan, misalnya:
  • Kanker kelenjar prostat klasifikasi T1a atau T1b
  • Papillary microcarcinoma thyroid < 1 cm
  • Papillary microcarcinoma kantong kemih
  • dan beberapa kriteria lainnya tergantung produk yang ditawarkan

 

Dan masih banyak lagi kriteria-kriteria tertentu untuk setiap jenis kondisi kritis yang dijamin di dalam Polis. Sehingga, tentu kita harus terlebih dahulu memahami persyaratan-persyaratan tersebut, sehingga tidak terjadi dispute (perselisihan) di kemudian hari. Selain itu beberapa persyaratan umum yang biasanya ditetapkan di dalam polis adalah mengenai Survival Period (Masa Bertahan Hidup) setelah seluruh kriteria kondisi kritis yang dialami terpenuhi. Survival Period ini antara lain 30 hari, 14 hari, 7 hari, dan ada juga yang tidak dipersyaratkan. Sehingga jika tertanggung meninggal dunia sebelum Survival Period ini terpenuhi, maka dana santunan Asuransi CI juga tidak akan bisa diklaim.

 

Jadi, Apa Fungsi dari Asuransi Critical Illness?

Tentu, setiap produk yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi, tetap ada gunanya. Menurut hemat kami, produk Asuransi CI ini difungsikan sebagai pengganti income (pendapatan) yang hilang karena tertanggung menderita kondisi kritis yang menyebabkan tidak lagi bisa bekerja dengan normal, sehingga dampaknya adalah penurunan kualitas (gaya) hidup keluarga.

 

Fungsi lainnya dari Asuransi CI adalah untuk menanggung biaya yang tidak ditanggung oleh Asuransi Kesehatan. Misal, biaya perjalanan untuk mendapatkan perawatan di luar negeri, biaya perjalanan dan akomodasi untuk keluarga yang menemani pasien. Selain itu juga biasanya dapat digunakan untuk menggantikan biaya pembelian organ tubuh jika harus dilakukan transplantasi organ tubuh. Karena organ tubuh tidak boleh diperjualbelikan di Rumah Sakit, sehingga tidak ada tagihan yang datang dari Rumah Sakit. Organ tubuh hanya bisa didapat langsung dari individu yang memberikan secara sukarela ataupun meminta imbalan.

 

Bagaimana Menentukan Prioritas?

Dalam melindungi finansial Anda yang diakibatkan oleh mahalnya biaya perawatan penyakit kritis, sebaiknya Anda menyiapkan diri dengan produk asuransi kesehatan dengan limit yang besar (> Rp. 1 Milyar). Beberapa produk asuransi kesehatan yang kami rekomendasikan antara lain I-Care (limit Rp. 2,5 – 7 Milyar) dan Major Medical Insurance Plan (limit USD 250,000 – 1,000,000).

 

Kemudian, jika Anda telah memiliki Asuransi Kesehatan yang memadai, langkah berikutnya adalah memiliki Asuransi Jiwa (khusus bagi Anda yang memiliki penghasilan (income), terutama yang menjadi tulang punggung keluarga. Hitung kebutuhan Anda berdasarkan perkiraan biaya pengeluaran Anda untuk (minimal) 3 tahun ke depan, untuk dijadikan suatu nilai dari Uang Pertanggungan, sehingga jika Anda harus meninggal dunia, maka ada waktu 3 tahun untuk keluarga Anda memulihkan keadaan yang datangnya tiba-tiba tersebut. Produk yang menjadi rekomendasi kami antara lain yaitu Life Care yang berbasis term-life (asuransi jiwa berjangka).

 

Setelah itu, jika dirasa keuangan Anda masih cukup mempuni untuk membayar premi lagi, barulah kami sarankan untuk membeli produk Asuransi CI. Cara menghitung kebutuhan Uang Pertanggungannya tidak jauh berbeda dengan Asuransi Jiwa, karena memang fungsinya sama seperti Asuransi Jiwa yaitu menggantikan income yang hilang, tetapi dengan kondisi yang berbeda (Asuransi Jiwa melindungi income keluarga akibat pencari nafkah meninggal dunia, sedangkan Asuransi CI melindungi income keluarga di saat pencari nafkah tetap hidup tetapi tidak lagi bisa bekerja karena kondisi yang tidak memungkinkan (sakit kritis). Anda bisa menghitung mulai dari kebutuhan 2-3 tahun ke depan perkiraan pengeluaran Anda. Salah satu produk Asuransi CI yang dapat kami rekomendasikan yaitu Critical Care. Yang pasti, sebelum membeli Asuransi CI, Anda wajib memahami kondisi kritis yang tercantum di polis.

 

Ada Pertanyaan?

Jika ada pertanyaan atau Anda membutuhkan konsultasi lebih lanjut melalui produk Asuransi CI maupun menentukan asuransi yang harus Anda prioritaskan, silahkan email ke: bondan@pusatasuransi.com atau WhatsApp ke: +62 813 3106 4766.
All Rights Reserved. Copyright © 2020 - PusatAsuransi.com
error: Protected Content!!