liability insurance

Asuransi Tanggung Gugat, perlukah?

lawsuit

Asuransi Liability (Tanggung Gugat), perlukah? Mengapa kami harus memilikinya? Padahal pekerjaan kami hampir tidak mengandung risiko?

 
Itulah pertanyaan beberapa klien ketika mereka dipersyaratkan untuk membeli Asuransi Liability, pertanyaan itu menyiratkan dua hal, pertama bagi klien mereka tidak mengerti pentingnya Asuransi Liability, kedua bagi perusahaan Asuransi adalah tidak mudah menjual produk Asuransi Liability di Indonesia, karena klien baru membelinya ketika ada persyaratan kontrak bukan karena suatu kebutuhan.

 
Asuransi Liability adalah Asuransi yang menjamin tanggung jawab hukum terhadap kerugian yang dialami pihak ketiga baik berupa kerugian materiil harta benda (property damage) maupun cidera badan (bodily injury) yang disebabkan oleh suatu peritiwa atau kejadian sehubungan dengan kegiatan usaha atau aktivitas Tertanggung.

 
Asuransi Liability (Tanggung Jawab Hukum) sebenarnya adalah suatu “kebutuhan” bagi setiap pelaku usaha, dari kontraktor sampai dengan cleaning services bahkan untuk pemilik rumah tinggal sekalipun dan bahkan untuk setiap orang (personal).

 
Coba kita perhatikan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Pasal 1365 s/d Pasal 1380) yang dikutip di bawah ini yang biasanya disebut sebagai dasar hukum Asuransi Liability.

 

  • Pasal 1365
    Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut.
  • Pasal 1366
    Setiap orang bertanggung jawab, bukan hanya atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan, melainkan juga alas kerugian yang disebabkan kelalaian atau kesembronoannya.

Jelas bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap kelalaian dan kerugian yang ditimbulkan karena perbuatan, aktivitas atau kegiatan bisnis nya baik berupa kerugian materiil harta benda maupun cidera badan atau kematian.

 

  • Pasal 1367
    Seseorang tidak hanya bertanggungjawab atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya, atau disebabkan barang-barang yang berada di bawah pengawasannya.
    Orang tua dan wali bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh anak-anak yang belum dewasa, yang tinggal pada mereka dan terhadap siapa mereka melakukan kekuasaan orang tua atau wali.
    Majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh pelayan atau bawahan mereka dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada orang-orang itu.
    Guru sekolah atau kepala tukang bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh murid muridnya atau tukang-tukangnya selama waktu orang-orang itu berada di bawah pengawasannya.
    Tanggungjawab yang disebutkan di atas berakhir, jika orang tua, wali, guru sekolah atau kepala tukang itu, membuktikan bahwa mereka masing-masing tidak dapat mencegah perbuatan atas nama mereka seharusnya bertanggungjawab.

Jelas bahwa majikan (perusahaan) harus bertanggung jawab terhadap kerugian yang ditimbulkan karena perbuatan atau aktivitas para karyawan/pegawainya bahkan yang disebabkan oleh barang-barang yang berada dibawah pengawasannya (vicarious liability) dan tentunya terhadap barang-barang yang dihasilkannya (product liability).

 

  • Pasal 1368
    Pemilik binatang, atau siapa yang memakainya, selama binatang itu dipakainya, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh binatang tersebut, baik binatang itu ada di bawah pengawasannya maupun binatang tersebut tersesat atau terlepas dari pengawasannya.
  • Pasal 1369
    Pemilik sebuah gedung bertanggungjawab atas kerugian yang disebabkan oleh ambruknya gedung itu seluruhnya atau sebagian, jika ini terjadi karena kelalaian dalam pemeliharaan atau karena kekurangan dalam pembangunan ataupun dalam penataannya.

Bahkan seseorang harus bertanggung jawab terhadap kerugian yang disebabkan oleh binatang, bangunan, pohon dan tanaman yang berada dalam pengawasannya.

 

  • Pasal 1370
    Dalam hal pembunuhan dengan sengaja atau kematian seseorang karena kurang hati-hatinya orang lain, suami atau istri yang ditinggalkan, anak atau orang tua si korban, yang lazimnya mendapat nafkah dari pekerjaan si korban, berhak menuntut ganti rugi, yang harus dinilai menurut kedudukan dan kekayaan kedua belah pihak, serta menurut keadaan.
  • Pasal 1371
    Menyebabkan luka atau cacat anggota badan seseorang dengan sengaja atau karena kurang hati-hati, memberikan hak kepada si korban, selain untuk menuntut penggantian biaya pengobatan, juga untuk menuntut penggantian kerugian yang disebabkan oleh luka atau cacat tersebut.
    Juga penggantian kerugian ini dinilai menurut kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak, dan menurut keadaan.
    Ketentuan terakhir ini pada umumnya berlaku dalam hal menilai kerugian yang ditimbulkan oleh suatu kejahatan terhadap pribadi seseorang.

Bagaimana jika kegiatan bisnis atau aktivitas perusahaan menyebabkan kematian atau cacat kepada orang lain (pihak ketiga)? Berapa harga nyawa manusia? Bagaimana dengan anak-anak dan keluarganya?

 

  • Pasal 1372
    Tuntutan perdata tentang hal penghinaan diajukan untuk memperoleh penggantian kerugian serta pemulihan kehormatan dan nama baik.
    Dalam menilai satu sama lain, hakim harus memperhatikan kasar atau tidaknya penghinaan, begitu pula pangkat, kedudukan dan kemampuan kedua belah pihak, dan keadaan.
  • Pasal 1373
    Selain itu, orang yang dihina dapat menuntut pula supaya dalam putusan juga dinyatakan bahwa perbuatan yang telah dilakukan adalah perbuatan memfitnah.
    Jika ia menuntut supaya dinyatakan bahwa perbuatan itu adalah fitnah, maka berlakulah ketentuan-ketentuan dalam pasal 314 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penuntutan perbuatan memfitnah.
    Jika diminta oleh pihak yang dihina, putusan akan ditempelkan di tempat umum, dalam jumlah sekian lembar dan tempat, sebagaimana diperintahkan oleh hakim, atas biaya si terhukum.

Penghinaan (defamation), pencemaran nama baik, pembunuhan karakter baik secara tertulis maupun lisan (libel and slander) memberikan hak kepada pihak yang dirugikan untuk menuntut ganti rugi secara hukum.

 
Jelaslah sudah bahwa Asuransi Liability adalah suatu kebutuhan bagi setiap pelaku usaha (bisnis) bahkan untuk setiap individu yang diatur oleh undang-undang yang bersifat mengikat dan memaksa sehingga dapat disebut sebagai suatu “kewajiban”.

 
Kewajiban untuk bertanggung jawab terhadap kerugian yang ditimbulkan tersebut yang kemudian melahirkan berbagai jenis Asuransi Liability seperti: Public and Product Liability, Employers Liability, Professional Indemnity, Directors & Officers Liability, Medical Malpractice Insurance, Contractors Liability, ICT Liability, dan lain-lain.

Directors and Officers Liability Insurance

SEKILAS PRODUK

Directors’ & Officers’ (D&O) Liability Insurance merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kerugian yang timbul dari klaim gugatan hukum yang dilayangkan terhadap Direksi dan Pejabat perusahaan yang telah atau dianggap telah melakukan Wrongful Act dalam kapasitas mereka – seputar hal managerial atau operasional – sebagai Direktur dan Pejabat Perusahaan.

 
Mengapa Perlu Memiliki Polis D&O Liability Insurance?

  1. Tanggung jawab dan akuntabilitas yang besar. Direktur dapat dituntut secara pribadi oleh pemegang saham, kreditur, karyawan maupun oleh masyarakat umum apabila dianggap gagal/lalai melakukan tugas dan tanggung jawabnya dalam menjalankan perusahaan.
  2. Kesadaran hukum masyarakat yang semakin tinggi, sehingga masyarakat baik secara individu maupun kelompok semakin sadar akan hak-hak mereka dan mulai menuntut hak atau kerugian yang terjadi melalui pengadilan.
  3. Meningkatnya peraturan dan pengawasan dari pemerintah yang semakin ketat dan kompleks.
  4. Biaya pengacara dan pengadilan yang tinggi. Proses hukum akan sangat menguras pikiran, tenaga, dan biaya.
  5. Tuntutan tanggung jawab Direktur dan Komisaris sampai kekayaan pribadinya.
[-]
MANFAAT YANG DIBERIKAN

CAKUPAN PERLINDUNGAN

  1. Tuntutan Kesalahan Manajerial
    Perlindungan untuk para direktur/tertanggung atas panggilan tertulis atau tuntutan perdata, penyelidikan atau pemeriksaan yang berkaitan dengan kesalahan manajemen direktur/tertanggung.
  2. Tuntutan Kesalahan Praktek Ketenagakerjaan
    Perlindungan untuk para direktur dari klaim atas tindakan kesalahan atau kelalaian direktur yang berkaitan dengan hak-hak ketenagakerjaan karyawan dalam perusahaan.
  3. Tuntutan Atas Tindakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
    Perlindungan biaya pembelaan yang diakibatkan oleh klaim atas tuntutan hukum atas dugaan tindakan yang terkait kesehatan dan keselamatan kerja.
  4. Investigasi
    Perlindungan yang meliputi biaya pembelaan yang muncul akibat adanya penyelidikan dari pihak berwenang, bersifat administratif dan tidak ada keharusan adanya tuntutan kesalahan manajemen atau tindakan kesalahan.
[-]
PENGECUALIAN POLIS

Berikut adalah Pengecualian Umum yang terdapat pada Polis Asuransi D&O Liability:

  1. Tindakan kriminal, korupsi, suap, penggelapan
  2. Klaim atau kondisi yang sudah ada atau sedang berjalan
  3. Kerugian atas cidera badan atau kerusakan harta benda
  4. Gugatan wanprestasi atas profesi/malpraktek
  5. Gugatan Tertanggung vs. Tertanggung
  6. Dan pengecualian lain yang terdapat pada polis D&O Liability Insurance
[-]
INFORMASI PENTING
  1. DEFINISI
    1. TERTANGGUNG
      Para direktur dan pejabat perusahaan (misalnya presiden direktur dan komisaris) baik yang pernah, sedang, maupun akan duduk di jabatan tersebut.
    2. PIHAK KETIGA
      Contohnya adalah regulator, pemegang saham (shareholders), stakeholders, kompetitor, Special Interest Group (misal ormas, dll), customer, karyawan, dan siapapun yang mengalami kerugian akibat kegagalan manajerial dan operasional perusahaan.
    3. TINDAKAN YANG SALAH (WRONGFUL ACT)
      Kesalahan atau dugaan kesalahan, kelalaian akan pelanggaran tugas dan wewenang, pernyataan yang salah atau menyesatkan, pencemaran nama baik, pelanggaran praktik ketenagakerjaan, kegagalan dalam melakukan supervisi terhadap karyawan, dan lain-lain yang diklaim terhadap Tertanggung yang terkait dengan kapasitas mereka sebagai Direktur dan Pejabat Perusahaan.
  2.  

  3. CONTOH KLAIM YANG MUNGKIN DIHADAPI
    • Gugatan penggunaan nama dagang secara tidak sah menjelang proses go-public.
    • Direktur yang digugat akibat menyebabkan perusahaan pailit karena dalam melakukan tindakannya tidak meminta persetujuan komisaris terlebih dahulu.
    • Direktur digugat oleh shareholder dikarenakan gagal melindungi risiko yang terjadi pada perusahaan, dikarenakan perusahaan tidak memiliki asuransi, atau nilai pertanggungan asuransi tidak memadai untuk menutupi kerugian perusahaan.
    • Gugatan dari regulator akibat penunggakan atau ketidaksesuaian laporan pajak.
    • Gugatan dari karyawan yang di PHK dengan adanya pelanggaran peraturan ketenagakerjaan, adanya diskriminasi atas dasar ras, agama ataupun gender.
[-]
PREMI YANG HARUS DIBAYARKAN

Besarnya premi sangat bergantung dari Underwriting Information, yakni profil risiko, pengalaman gugatan hukum, besaran aset, besaran batas jaminan dan risiko sendiri (Limit of Liability and Deductible), dan lain-lain yang relevan menurut Penanggung.

Berdasarkan pengalaman kami, minimum premi yang dikenakan adalah sebesar USD 3,500 untuk 1 (satu) tahun periode pertanggungan. Besaran premi ini tidak mengikat dikarenakan sangat tergantung dengan profil risiko Tertanggung dan besarnya batas jaminan yang diberikan.

[-]
PROSEDUR KLAIM
  1. Tertanggung tidak diperkenankan untuk mengakui atau menanggung, membuat perjanjian penyelesaian, atau menyetujui suatu keputusan, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penanggung (yang tidak akan ditunda atau ditahan secara tidak wajar). Tertanggung wajib menghubungi Penanggung terlebih dahulu, sesaat setelah kejadian yang berpotensi menyebabkan kerugian terjadi.
  2. Pemberitahuan klaim harus disertai dengan alasan untuk mengantisipasi suatu klaim asuransi akan terjadi, dan keterangan yang relevan sepenuhnya sehubungan dengan tanggal, perincian Tindakan Kesalahan (jika berlaku) dan pihak-pihak yang berpotensi terkait sebagai Tertanggung dan penggugat.
[-]
PROSEDUR PEMBELIAN

Informasikan “Underwriting Information” melalui dokumen berikut ini:

  • Company Profile
  • Laporan Tahunan atau Laporan Keuangan (neraca laba-rugi) Perusahaan 2 tahun terakhir
  • Mengisi D&O Liability Proposal Form

Kirimkan melalui email kami ke: bondan@pusatasuransi.com atau melalui WhatsApp di +6281331064766.

[-]

 

Brosur Produk Dapatkan Quotation Spesimen Polis

All Rights Reserved. Copyright © 2020 - PusatAsuransi.com
error: Protected Content!!