Tips Ber-asuransi yang Benar dan Memilih Perusahaan Asuransi yang Baik

 

 

Apa yang Anda harapkan dari membeli Asuransi?

Rasa Aman?

 

Rasa Aman hanya bisa diperoleh jika perusahaan Asuransi menepati janjinya.

 

Ya.. pilihlah perusahaan Asuransi yang membayar klaim.

 

Ingat! Tanpa itu Polis hanyalah a piece of paper.

 

Do and Don’t dalam membeli Asuransi, Perhatikan hal-hal berikut:

 

  1. Jaminan Polis
    Pastikan Polis Anda memberikan jaminan yang benar dan lengkap sesuai dengan kebutuhan Anda, karena jika risiko yang terjadi tidak dijamin dalam polis, walaupun Anda telah memilih perusahaan Asuransi yang terbaik sekalipun, mereka tetap tidak akan membayar klaim yang Anda derita. Bagi nasabah mungkin tidak banyak yang mengerti dan memahami jaminan Polis maka tanyakan kepada agen Asuransi yang bersangkutan tentang apa yang dijamin dan apa yang tidak dijamin.
  2. Laporan Keuangan
    Langkah berikutnya adalah memilih Perusahaan Asuransi yang Baik. Kenapa yang baik? Karena kita harus memilih perusahaan Asuransi yang “menepati janjinya”.
    Bagaimana caranya? Paling mudah adalah dengan melihat Laporan Keuangannya. Laporan keuangan ini biasanya disediakan di website resmi setiap Perusahaan Asuransi.
    Dari Laporan Keuangannya, kita bisa melihat:
    • Kesehatan Keuangan
      Pilih perusahaan yang sehat, yang profitable, dan jangan pilih perusahaan yang “sakit”. Biasanya perusahaan yang sudah berusia 10 tahun lebih, sudah harus mencapai profit. Untuk beberapa perusahaan baru dengan investor yang besar biasanya masih jor-joran dalam menggelontorkan dana sehingga belum bisa dilihat profitnya di awal-awal.
    • RBC (Risk Based Capital)
      RBC adalah ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya (assets vs liabilities). Pilihlah yang di atas batas minimum persyaratan yaitu 120%. Tetapi bukan berarti RBC yang terlalu besar itu baik, karena bisa jadi bisnisnya kurang berjalan dengan baik sehingga banyak dana yang “nganggur”.
    • Retensi Perusahaan
      Lihat Retensi Perusahaan, kemampuan menahan sendiri risiko yang dihadapinya, seberapa besar? Jangan pilih perusahaan yang lebih besar me-reasuransi-kan risikonya daripada menahannya sendiri (retention), karena nantinya mereka akan seperti halnya “broker” saja, yang hanya menunggu pembayaran klaim dari reasuradur terlebih dahulu sebelum membayar klaimnya.
  3. Info Market
    Bagi Nasabah adalah penting untuk mencari informasi mengenai Perusahaan Asuransi yang bersangkutan.
    • Apakah mereka membayar klaim dengan baik?
    • Pengakuan atau penghargaan yang mereka peroleh?
  4. Tenaga Ahli
    Pastikan Perusahaan Asuransi tersebut memiliki kemampuan manajemen risiko yang baik, pastikan mereka memiliki tenaga ahli yang dipersyaratkan seperti Ahli Asuransi Indonesia (AAIK/AAIJ) atau ACII, ANZIIF atau yang setara.

 

JANGAN!!

  1. Jangan tergiur tarif premi lebih murah
    Mungkin premi hanya beda sedikit… Tetapi pastikan luas jaminan yang diberikan, terms and conditions yang diberlakukan.
  2. Jangan percaya omongan lisan
    Pastikan semuanya tercantum dalam Polis mintakan penjelasan tertulis jika diperlukan menyangkut apa yang dijamin dan yang tidak dijamin, serta penjelasan mengenai permbelakuan klausul-klausul tertentu.
  3. Sebisa mungkin jangan Ko-asuransi atau Re-asuransi
    Pastikan jaminan perusahaan Asuransi tersebut 100%, jangan ada perusahaan lainnya yang menjamin secara Ko-asuransi ataupun Re-asuransi sebab akan menyulitkan nasabah nantinya untuk berurusan dengan banyak pihak. Kecuali untuk risiko yang sangat besar misalnya puluhan hingga ratusan milyar rupiah.

 

Pastikan Anda mendapatkan jaminan Polis yang benar dan lengkap sesuai dengan kebutuhan Anda, mintalah advice kepada ahlinya.
Kami PusatAsuransi siap membantu anda.
All Rights Reserved. Copyright © 2015 - PusatAsuransi.com Contact Us