PENJAMINAN (BOND) & KONTRA BANK GARANSI

surety

PENGERTIAN SURETY BOND

Surety Bond adalah suatu perjanjian dua pihak yaitu antara Surety Company (Perusahaan Penjamin yaitu Asuransi) dan Principal (Kontraktor), dimana pihak pertama (Surety Company) memberikan jaminan untuk pihak kedua (Principal) bagi kepentingan pihak ketiga (Obligee/Project Owner) bahwa apabila Principal oleh sebab sesuatu hal lalai atau gagal melaksanakan kewajibannya (wanprestasi) sesuai dengan yang diperjanjikan dengan Obligee, maka Surety Company akan bertanggung jawab terhadap Obligee untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban Principal tersebut.

 

SURETY BOND vs BANK GARANSI

Surety Bond sendiri merupakan alternatif penjaminan selain Bank Garansi (Standby Letter of Credit) yang diterbitkan oleh bank. Perbedaannya, biasanya bank akan menerbitkan Bank Garansi jika Principal merupakan nasabah bank tersebut dan memiliki sejumlah dana dengan nilai sama atau lebih besar dari nilai jaminan di bank tersebut dan membayar biaya penerbitan Bank Garansi. Dana tersebut akan dibekukan tanpa bunga hingga jaminan Bank Garansi berakhir. Hal tersebut berbeda dengan Surety Bond, dimana pada prinsipnya Surety Company tidak meminta jaminan berupa sejumlah dana kepada Principal, melainkan Principal membayar biaya penerbitan (service fee/ premi) Surety Bond dan bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ganti Rugi (Indemnity Letter) yang disahkan Notaris.

 

ALUR PENERBITAN SURETY BOND

  1. Obligee (Project Owner) dan Principal (Kontraktor) mengadakan suatu perjanjian tertulis, dimana dipersyaratkan suatu jaminan di dalam perjanjian tersebut.
  2. Principal mengajukan permohonan Surat Jaminan kepada Surety Company (Perusahaan Penjamin/Asuransi).
  3. Surety Company melakukan analisa kelayakan berdasarkan laporan keuangan dan pengalaman dari Principal.
  4. Principal beserta Indemnitornya (penjaminnya) membuat Surat Jaminan Ganti Rugi kepada Surety Company yang disahkan oleh Notaris yang kemudian diberikan kepada Surety Company.
  5. Principal membayar biaya Surat Jaminan (Premi/Service Fee) kepada Surety Company, dan jika diperlukan Surety Company dapat meminta collateral kepada Principal.
  6. Surety Company menerbitkan Surat Jaminan yang ditandatangani oleh Surety Company dan Principal, dan kemudian diberikan kepada Obligee.
  7. Jika di kemudian hari Principal melakukan wanprestasi atas perjanjiannya dengan Obligee, maka Surety Company akan membayar kerugian yang dialami Obligee berdasarkan nilai jaminan yang telah disepakati.
  8. Surety Company akan menuntut ganti rugi kepada Principal atas kerugian yang dialaminya.

 

SURETY BOND

Surety Bond biasanya digunakan dalam setiap project konstruksi dan pengadaan barang. Surety Bond juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan fungsinya masing-masing, yaitu:

JAMINAN PENAWARAN (BID BOND)
  1. Pengertian Jaminan Penawaran
    Jaminan yang diterbitkan oleh Surety Company untuk menjamin Obligee, bahwa Principal pemegang Jaminan Penawaran memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh Obligee untuk mengikuti pelelangan tersebut dan apabila Principal memenangkan pelelangan maka akan sanggup untuk menutup Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan dengan Obligee. Apabila tidak, maka Surety Company akan membayar kerugian kepada Obligee sebesar selisih antara penawaran Principal yang terendah dengan Principal terendah berikutnya maksimum sebesar nilai jaminan.
  2. Fungsi Jaminan Penawaran
    • Menjamin itikad baik dari peserta tender dimana jika peserta tender dimenangkan maka dalam waktu yang ditentukan ia akan menandatangani kontrak dan menyerahkan jaminan pelaksanaan.
    • Menghindari kontraktor yang tidak layak ikut dalam persaingan penawaran.
    • Memastikan penyelesaian kontrak dilakukan pada biaya terendah.
  3. Isi Jaminan Penawaran
    • Janji bahwa Surety Company dan Principal akan memberikan ganti rugi kepada Obligee bila Principal tidak memenuhi kewajibannya untuk melanjutkan kontrak yang diperolehnya melalui tender.
    • Bila Obligee telah menerima baik penawaran dan jaminan yang diberikan oleh Principal dan telah memenuhi syarat-syarat dalam dokumen penawaran yang dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak dengan Obligee, maka Jaminan Penawaran berakhir secara otomatis.
    • Bila Principal tidak melanjutkan penandatanganan kontrak atau mengundurkan diri (wanprestasi), maka Jaminan Penawaran dicairkan oleh Obligee.
    • Besarnya kerugian yang menjadi tanggung jawab Surety Company adalah selisih antara jumlah harga penawaran pemenang I dan II, maksimum sebesar nilai jaminan.
    • Jangka waktu atau masa berlakunya Jaminan Penawaran.
  4. Tarif Indikasi Jaminan Penawaran
    • Berkisar di angka 0,30 – 0,50% dari Nilai Jaminan untuk jangka waktu 90 hari.
    • Untuk jangka waktu jaminan yang lebih lama akan dihitung berdasarkan prorata hari.

[-]
JAMINAN PELAKSANAAN (PERFORMANCE BOND)

  1. Pengertian Jaminan Pelaksanaan
    • Jaminan yang telah diterbitkan oleh Surety Company untuk menjamin Obligee bahwa Principal akan dapat menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Obligee sesuai dengan ketentuan yang diperjanjikan dalam kontrak pekerjaan. Apabila Principal tidak melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kontrak maka Surety Company akan memberikan ganti rugi kepada Obligee maksimum sebesar nilai jaminan.
  2. Isi Jaminan Pelaksanaan
    • Janji Surety Company dan Principal untuk memberikan ganti rugi kepada Obligee bila Principal tidak memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang diatur dalam kontrak yang telah ditandatangani.
    • Kontrak kerja proyek merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Jaminan Pelaksanaan.
    • Jika Principal telah melaksanakan kewajibannya dengan baik sesuai kontrak, maka Jaminan Pelaksanaan berakhir secara otomatis.
    • Jika saat berakhirnya kontrak ternyata masih ada kewajiban yang belum dipenuhi oleh Principal, maka Jaminan Pelaksanaan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan antara Obligee dengan Principal yang dituangkan dalam addendum kontrak.
    • Jika Principal lalai memenuhi ketentuan, maka Surety Company akan membayar seluruh kerugian Obligee, maksimum sebesar nilai jaminan.
    • Pengajuan ganti rugi oleh Obligee kepada Surety Company ditentukan dalam jangka waktu tertentu setelah berakhirnya Jaminan Pelaksanaan.
  3. Tarif Indikasi Jaminan Pelaksanaan
    • Berkisar di angka 0,35 – 0,50% dari Nilai Jaminan untuk jangka waktu 90 hari.
    • Untuk jangka waktu jaminan yang lebih lama akan dihitung berdasarkan prorata hari.

[-]
JAMINAN PEMBAYARAN UANG MUKA (ADVANCE PAYMENT BOND)

  1. Pengertian Jaminan Pembayaran Uang Muka
    • Jaminan yang diterbitkan oleh Surety Company untuk menjamin Obligee bahwa Principal akan sanggup mengembalikan uang muka yang telah diterimanya dari Obligee sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diperjanjikan dalam kontrak, dengan maksud untuk mempelancar pembiayaan proyek.
  2. Isi Jaminan Pembayaran Uang Muka
    • Janji Surety Company dan Principal untuk mengembalikan uang muka yang telah diterima Principal sebelum pekerjaan selesai, sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani.
    • Jika Principal telah melaksanakan pengembalian uang muka kepada Obligee, maka Jaminan Pembayaran Uang Muka otomatis berakhir.
    • Pada saat jatuh tempo pembayaran uang muka belum dilunasi, maka Jaminan Pembayaran Uang Muka dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan Obligee dan Principal.
    • Jika Principal lalai tidak mengembalikan uang muka, maka Surety Company akan mengganti jumlah uang tersebut, maksimum sebesar nilai jaminan yang tercantum dalam Jaminan Pembayaran Uang Muka dengan diperhitungkan tingkat prestasi kerja yang telah dicapai oleh Principal.
    • Jika Principal lalai memenuhi ketentuan, maka Surety Company akan membayar seluruh kerugian Obligee, maksimum sebesar nilai jaminan.
    • Pengajuan ganti rugi atas jaminan kepada Surety Company diajukan dalam jangka waktu tertentu setelah berakhirnya Jaminan Pembayaran Uang Muka.
  3. Tarif Indikasi Jaminan Pembayaran Uang Muka
    • Berkisar di angka 0,40 – 0,50% dari Nilai Jaminan untuk jangka waktu 90 hari.
    • Untuk jangka waktu jaminan yang lebih lama akan dihitung berdasarkan prorata hari.
  4. [-]
JAMINAN PEMELIHARAAN (MAINTENANCE BOND)

  1. Pengertian Jaminan Pemeliharaan
    • Jaminan yang diterbitkan oleh Surety Company untuk menjamin Obligee bahwa principal akan sanggup untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan pekerjaan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan yang diperjanjikan dalam kontrak. Apabila Principal gagal memperbaiki kerusakan-kerusakan dan/atau kekurangan maka Surety Company akan mengganti biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan maksimum sebesar nilai jaminan.
  2. Isi Jaminan Pemeliharaan
    • Surety Company dan Principal berjanji untuk memberikan ganti rugi kepada Obligee apabila Principal gagal atau tidak memenuhi kewajibannya untuk memperbaiki kekurangan atau kerusakan yang mungkin timbul selama masa pemeliharaan, sesuai dengan surat Jaminan Pemeliharaan yang dibuat Surety Company kepada Obligee.
    • Jika Principal mengganti atau memperbaiki seluruh kekurangan atau kerusakan yang timbul pada protek yang terjadi selama masa pemeliharaan, maka Jaminan Pemeliharaan akan berakhir.
    • Jika jangka waktu pemeliharaan telah berakhir dan Principal tidak memenuhi kewajibannya, maka Jaminan Pemeliharaan tetap berlaku sampai batas waktu yang telah ditetapkan oleh Obligee dan Principal.
    • Jika Principal lalai tidak mengembalikan uang muka, maka Surety Company akan mengganti jumlah uang tersebut, maksimum sebesar nilai jaminan yang tercantum dalam Jaminan Pembayaran Uang Muka dengan diperhitungkan tingkat prestasi kerja yang telah dicapai oleh Principal.
    • Pengajuan ganti rugi kepada Surety Company berdasarkan jaminan dilakukan dalam jangka waktu tertentu setelah berakhirnya Jaminan Pemeliharaan.
  3. Tarif Indikasi Jaminan Pemeliharaan
    • Berkisar di angka 0,35 – 0,50% dari Nilai Jaminan untuk jangka waktu 90 hari.
    • Untuk jangka waktu jaminan yang lebih lama akan dihitung berdasarkan prorata hari.

[-]

 

CUSTOMS BOND

Merupakan penjaminan yang diberikan oleh pihak Principal kepada Obligee, untuk kepentingan pemenuhan suatu kewajiban-kewajiban yang timbul dari dimana Principal sebagai perusahaan yang memperoleh pembebasan Bea Masuk untuk barang-barang yang diimpor karena barang tersebut untuk komoditi ekspor. Sedikit perbedaan dalam perjanjian ini, yaitu pihak Obligee pada penjaminan Customs Bond ini hanya satu saja, yaitu Direktorat Jenderal Bea & Cukai. Ada beberapa jenis Customs Bond, diantaranya:

Customs Bond KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor)

Merupakan pemberian pembebasan bea masuk dan atau cukai serta PPn dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan atau bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang lain dengan tujuan ekspor. Contohnya: benang yang diimpor kemudian diolah menjadi barang setengah jadi (kain) ataupun barang jadi (baju) untuk kemudian hasilnya diekspor.Nilai Jaminan (Pertanggungan) yaitu sebesar nilai penangguhan Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, PPn, serta PPnBM sesuai dengan PIB (Pemberitahuan Impor Barang).

Penyebab pencairan Customs Bond KITE:

  • Principal tidak melaporkan realisasi ekspor.
  • Principal menjual bahan baku/barang jadi di dalam negeri.
  • Principal tidak melakukan produksi.
  • Skep pembebasan sudah jatuh tempo dan tidak diperpanjang.

[-]
Impor Sementara (OB 23)

Merupakan pembebasan bea masuk impor terhadap barang yang digunakan untuk tujuan sementara kemudian diekspor kembali setelah kepentingannya selesai dalam kurun waktu tertentu. Contohnya : Impor mobil mewah untuk keperluan pameran, Penyewaan alat berat untuk keperluan konstruksi.

Untuk kasus pencairannya, sama seperti pada Customs Bond KITE, yaitu Principal tidak melakukan ekspor kembali atau malah menjual barang tadi di dalam negeri. Biasanya untuk barang-barang yang mudah dipindahtangankan dan dibawa (misal: mobil) disyaratkan collateral minimal 10%.

[-]
Vooruitslag

Merupakan penundaan pembayaran bea masuk oleh importir atas barang yang akan dijual atau digunakan di dalam negeri dengan penangguhan pembayaran dalam kurun waktu tertentu agar barang impor dapat dikeluarkan terlebih dahulu. Biasanya untuk barang-barang yang dibutuhkan untuk keperluan mendesak seperti keperluan penunjang dalam bencana alam contohnya, camp-camp untuk para relawan untuk tempat tinggal sementara para relawan.

Penyebab pencairan Customs Bond ini adalah karena Principal tidak melakukan pembayaran yang diberikan dalam SKEP berakhir ataupun tidak melakukan perpanjangan Customs Bond.

[-]
Customs Bond Kawasan Berikat (KABER)

Merupakan penjaminan yang diberikan atas pembebasan pembayaran bea masuk oleh importir/eksportir terhadap barang yang akan digunakan atau disempurnakan yang keluar dari kawasan berikat dan akan dimasukan kembali ke wilayah KABER dalam kurun waktu tertentu.

Penyebab pencairan Customs Bond KABER:

  • Principal tidak memperpanjang Customs Bond selama objek yang disubkan belum kembali ke kawasan berikat.
  • Principal tidak mengembalikan objek Customs Bond ke kawasan berikat.
  • Principal menjual objek Customs Bond di dalam negeri.

[-]
Customs Bond Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK)

PPJK adalah sebuah perusahaan yang khusus membantu perhitungan wajib bea masuk importir. Untuk dapat melakukan kegiatan di Kantor Pelayanan Bea Cukai (KPBC), PPJK wajib memiliki nomor pokok yang dikeluarkan Kepala KPBC setempat. Untuk mendapatkan nomor pokok tersebut, PPJK wajib menyerahkan collateral yang nilainya sesuai dengan ketentuan di masing-masing tempat. Yang diperlukan untuk mengajukan penerbitan ini adalah SKEP Bea Cukai & Surat Sertifikat Tenaga Ahli dari kepabeanan dari Badan Pendidikan dan latihan keuangan Depkeu RI.

[-]
Customs Bond Surat Pemberitahuan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk (SPKPBM)

Surat Pemberitahuan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk (SPKPBM) adalah surat yang dikeluarkan oleh pihak kepabeanan yang menjelaskan tentang kekurangan pembayaran bea masuk yang diakibatkan oleh perbedaan perhitungan antara pihak importir dengan bea cukai. Untuk efisiensi waktu pengeluaran barang apabila barang harus segera keluar, maka diperlukanlah jaminan Customs Bond SPKPBM untuk menjamin bahwa Principal akan membayar sisa kekurangan pembayaran bea cukai dan juga agar bea cukai tidak kehilangan pendapatan.

Penjaminan ini tergolong high risk maka dari itu diperlukan jaminan collateral 100% dalam proses penutupan jaminan ini. Penyebab pencairan jaminan ini adalah surat permohonan keberatan yang diajukan oleh Principal atas kekurangan bea masuk ditolak oleh bea cukai.

[-]
Customs Bond Angkut Lanjut

Barang-barang impor yang diangkut dengan sarana pengangkutan melalui suatu kantor Pelayanan Bea dan Cukai ke kantor Pelayanan Bea dan Cukai lain dengan dilakukan pembongkaran terlebih dahulu di suatu tempat penimbunan sementara (TPS) dikarenakan kapasitas yang tidak memadai dalam melakukan bongkar muat.

[-]

 

KONTRA BANK GARANSI

Pada dasarnya Kontra Bank Garansi merupakan Surat Jaminan yang diterbitkan oleh Bank, tetapi dana yang dibekukan adalah milik Surety Company. Mengenai jenis Surat Jaminan yang diterbitkan sama dengan Surety Bond, hanya berbeda dalam hal tarif. Tarif indikasi Kontra Bank Garansi berdasarkan jenis jaminan dan Bank penerbit, yaitu:

Bank Negara Indonesia (BNI)

  1. Jaminan Penawaran: 3.50% per tahun
  2. Jaminan Pelaksanaan: 5.00% per tahun
  3. Jaminan Pembayaran Uang Muka: 6.00% per tahun
  4. Jaminan Pemeliharaan: 5.00% per tahun

[-]
Bank Central Asia (BCA)

  1. Jaminan Penawaran: 4.50% per tahun
  2. Jaminan Pelaksanaan: 4.50% per tahun
  3. Jaminan Pembayaran Uang Muka: 4.50% per tahun
  4. Jaminan Pemeliharaan: 4.50% per tahun

[-]
Bank Maybank Indonesia

  1. Jaminan Penawaran: 4.50% per tahun
  2. Jaminan Pelaksanaan: 4.50% per tahun
  3. Jaminan Pembayaran Uang Muka: 4.50% per tahun
  4. Jaminan Pemeliharaan: 4.50% per tahun

[-]
Bank Permata

  1. Jaminan Penawaran: 4.00% per tahun
  2. Jaminan Pelaksanaan: 4.00% per tahun
  3. Jaminan Pembayaran Uang Muka: 4.00% per tahun
  4. Jaminan Pemeliharaan: 4.00% per tahun

[-]
Bank J-Trust

  1. Jaminan Penawaran: 4.00% per tahun
  2. Jaminan Pelaksanaan: 4.00% per tahun
  3. Jaminan Pembayaran Uang Muka: 4.00% per tahun
  4. Jaminan Pemeliharaan: 4.00% per tahun

[-]
Bank Sinarmas (BSiM)

  1. Jaminan Penawaran: 3.75% per tahun
  2. Jaminan Pelaksanaan: 3.75% per tahun
  3. Jaminan Pembayaran Uang Muka: 3.75% per tahun
  4. Jaminan Pemeliharaan: 3.75% per tahun

[-]
Bank Dinar

  1. Jaminan Penawaran: 3.75% per tahun
  2. Jaminan Pelaksanaan: 3.75% per tahun
  3. Jaminan Pembayaran Uang Muka: 3.75% per tahun
  4. Jaminan Pemeliharaan: 3.75% per tahun

[-]
Bank Rakyat Indonesia (BRI)

As Request

[-]
Bank Jawa Barat (BJB)

As Request

[-]

 

COLLATERAL

Pada prinsipnya, Surety Bond tidak membutuhkan Collateral. Tetapi Surety Company dapat saja meminta Collateral, sehingga dapat lebih yakin atas kemampuan keuangan Principal. Collateral ini biasanya dapat berupa cash (deposito), STNK, ataupun lainnya yang dianggap layak oleh Surety Company.

 

PERSYARATAN DOKUMEN

Berikut adalah dokumen-dokumen yang dipersyaratkan untuk pengajuan Surety Bond.

Dokumen umum (wajib)

  1. Surat permohonan penerbitan Surety Bond yang ditujukan kepada PusatAsuransi
  2. Dokumen khusus yang berkaitan dengan jaminan yang diterbitkan, antara lain:
    • Jaminan Penawaran: Undangan Lelang/ Dokumen Pengadaan/ Berita Acara Aanwijzing
    • Jaminan Pelaksanaan: Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ)
    • Jaminan Pembayaran Uang Muka: Surat Perjanjian/ Kontrak/ Surat Pesanan
    • Jaminan Pemeliharaan: Berita Acara Serah Terima (BAST) Pekerjaan
  3. Dokumen yang berkaitan dengan data-data Principal, antara lain:
    • Company Profile dan daftar pengalaman kerja (jika ada)
    • Copy Akta Pendirian hingga Akta Perubahan Terakhir Perusahaan
    • Copy SIUP, NPWP, TDP, dan Surat Keterangan Domisili Perusahaan
    • Copy KTP seluruh jajaran Direksi dan Komisaris
    • Copy Laporan Keuangan perusahaan (neraca laba dan rugi) 3 tahun terakhir (audited/in-house yang ditandatangan Direktur Utama)
    • Copy rekening koran 3 bulan terakhir
  4. Surat Perjanjian Ganti Rugi kepada Surety Company yang disahkan oleh Notaris (format diberikan bersamaan dengan penawaran)

[-]
Dokumen tambahan untuk Permohonan Perpanjangan

  • Copy progress report pekerjaan yang ditandatangani Obligee
  • Copy Surat Permintaan Perpanjangan Jaminan dari Obligee
  • Copy Addendum Kontrak untuk perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan/tender

[-]
Dokumen tambahan untuk Proyek Pengadaan/Procurement

  • Copy PO pembelian barang
  • Copy Invoice konfirmasi dari supplier/produsen
  • Copy bukti bayar DP ke supplier/produsen
  • Copy Distributor Agreement (dalam hal Principal/Pemohon adalah distributor resmi)
  • Copy Offering Letter Bank bila ada dukungan pembiayaan dari Bank

[-]
Dokumen tambahan untuk Proyek Konstruksi dengan nilai proyek diatas Rp. 10 Milyar

  • Copy kontrak proyek-proyek yang sudah diselesaikan
  • Copy rencana anggaran biaya termasuk cash-in dan cash-out flow
  • List proyek-proyek yang sedang berjalan beserta progressnya
  • Copy Offering Letter Bank bila ada dukungan pembiayaan dari Bank

[-]
Dokumen tambahan untuk Permohonan Jaminan Customs Bond

  • Copy SKEP dan NIPER
  • Foto survey tempat dan kegiatan usaha
  • Kapasitas produksi dalam piece dan currency
  • Sudah berapa lama bekerja sama dengan para sub-kontraktor (dalam hal CB-Subkon)
  • Existing customer/client dari Principal/Pemohon dilengkapi dengan copy kontraknya
  • Laporan realisasi expor

[-]

 

BAGAIMANA CARA MENGAJUKAN PERMOHONAN SURETY BOND?

Lampirkan persyaratan dokumen sesuai jenis jaminan yang Anda butuhkan melalui email: bondan@pusatasuransi.com atau konsultasikan kebutuhan Anda melalui WhatsApp ke 62 813 3106 4766. Dengan senang hati kami akan membantu Anda.

All Rights Reserved. Copyright © 2015 - PusatAsuransi.com Contact Us