Property / Industrial All Risks (PAR/IAR)

side-view-of-an-industrial-area-42

Apa Itu Property/Industrial All Risks?

Property All Risks (PAR) merupakan asuransi yang menjamin kerugian dari semua risiko (unnamed perils) atas bangunan dan harta benda, kecuali risiko yang tercantum di dalam polis asuransi.

Sedangkan Industrial All Risks (PAR) merupakan asuransi yang menjamin kerugian dari semua risiko (unnamed perils) atas properti industri, kecuali risiko yang tercantum di dalam polis asuransi.

[-]
Apa Saja Yang Dijamin?

Produk ini menjamin risiko yang berupa:

  1. Material Damage (Kerusakan Material)
    Menjamin segala kerugian fisik, atau kerusakan yang tidak terduga, dan tidak disengaja selain yang secara khusus dikecualikan dalam Pengecualian Umum atau Khusus dengan cara yang memerlukan perbaikan atau penggantian.
  2. Business Interruption (Gangguan Usaha) (Optional)
    Menjamin kehilangan keuntungan perusahaan akibat gangguan usaha yang disebabkan oleh kerusakan atau kerugian fisik oleh suatu risiko yang dijamin dalam Bagian 1 (Kerusakan Material).
  3. Machinery Breakdown (Kerusakan Mekanik) (Optional)
    Menjamin kerusakan mesin yang disebabkan oleh kerusakan atau kekacauan mekanik yang mungkin terjadi seperti, kesalahan material, kesalahan pengoperasian, kecerobohan atau kelalaian, kekurangan air, oli atau karena korsleting listrik.
[-]
Apa Saja Yang Tidak Dijamin?


PENGECUALIAN UMUM

  1. Perang, invasi, tindakan musuh asing, permusuhan atau operasi menyerupai perang atau perang saudara;
  2. Radiasi ionisasi atau kontaminasi oleh radioaktivitas dari bahan nuklir atau limbah nuklir dari pembakaran bahan bakar nuklir;
  3. Bahan peledak beracun radioaktif atau barang berbahaya lain dari bahan peledak nuklir rakitan atau komponen nuklirnya;
  4. Tindakan sengaja atau kelalaian sengaja Tertanggung atau wakilnya;
  5. Keterlambatan, kehilangan pasar atau kerugian atau kerusakan lanjutan;
  6. Ketidakjujuran, tindakan curang, atau kepalsuan lainnya;
  7. Lenyap, kekurangan yang tidak dapat dijelaskan atau berkurangnya barang inventaris;
  8. Kegagalan atau kekacauan mekanik atau elektrik, kebocoran sambungan, kegagalan pengelasan, retak, patah, runtuh atau panas berlebihan pada ketel uap, economiser;
  9. Aus, karat, korosi, lumut, lapuk, dan kejadian yang berangsur-angsur menyebabkan masalah;
  10. Polusi atau kontaminasi;
  11. Penciutan, penguapan, kehilangan berat, dan sejenisnya;
  12. Perubahan suhu atau kelembapan;
  13. Pembetulan material yang cacat, salah pengerjaan atau desain;
  14. Gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami (dapat dijamin dengan Polis terpisah)
  15. Terorisme dan sabotase (dapat dijamin dengan Polis terpisah)

 
PENGECUALIAN KHUSUS BAGIAN 1 (KERUSAKAN MATERIAL)

  1. Penanggung tidak bertanggung jawab atas kerugian kehancuran pada atau kerusakan atas:
    1. Harta benda yang sedang dalam konstruksi atau pemasangan;
    2. Harta benda yang sedang dalam proses pengerjaan dan sebenarnya timbul dari proses manufaktur dan sejenisnya;
    3. Harta benda dalam pengangkutan melalui darat, rel, udara atau air;
    4. Kendaraan darat berijin, lokomotif dan gerbong barang kereta api, kendaraan air, pesawat terbang, pesawat ruang angkasa dan sejenisnya;
    5. Perhiasan, batu permata, logam mulia, emas lantakan, pakaian yang terbuat dari bulu binatang, barang antik, buku langka atau karya seni;
    6. Pohon kayu, tanaman panen, hewan, burung, ikan;
    7. Tanah (termasuk lapisan atas urukan drainase atau gorong-gorong), jalan beraspal, jalan perkerasan, jalan, landasan pacu, jalur rel, bendungan, waduk, air permukaan, air bawah tanah, kanal, pengeboran, sumur, saluran pipa, saluran kabel, terowongan, jembatan, galangan, tempat labut, dermaga, harta benda tambang bawah tanah, harta benda lepas pantai;
    8. Harta benda dalam penguasaan pelanggan berdasaran perjanjian jual beli atau sewa beli, perjanjian kredit atau penjualan tunda lainnya;
    9. Harta benda yang seharusnya dijamin dalam asuransi laut;
  2. Penanggung tidak bertanggung jawab atas kerugian kehancuran pada atau kerusakan yang disebabkan oleh:
    1. keterlambatan, kehilangan pasar atau kerugian atau kerusakan lanjutan;
    2. ketidakjujuran, tindakan curang, tipu daya, muslihat atau kepalsuan lainnya;
    3. lenyap, kekurangan yang tidak dapat dijelaskan atau berkurangnya barang inventaris;
    4. kebocoran sambungan, kegagalan pengelasan, retak, patah, runtuh atau panas berlebihan pada ketel uap, economiser, superheater, bejana bertekanan atau macam-macam jaringan pipa uap dan jaringan pipa pengisi yang berkaitan dengannya, kegagalan atau kekacauan mekanik atau elektrik sehubungan dengan peralatan atau perlengkapan mesin tertentu di mana kegagalan atau kekacauan tersebut berasal;
    5. semua penyebab yang berlangsung secara berangsur-angsur, termasuk tetapi tidak terbatas pada aus, karat, korosi, lumut, lapuk, jamur, busuk basah atau kering, penurunan mutu, dan lain-lain;
    6. polusi atau kontaminasi, kecuali jika disebabkan oleh risiko yang dijamin Polis;
    7. pemberlakuan suatu ordonansi atau hukum yang mengatur konstruksi, perbaikan atau pemusnahan suatu Harta Benda;
    8. penciutan, penguapan, kehilangan berat, perubahan rasa, warna, tekstur atau lapisan penutup, pengaruh cahaya;
    9. perubahan suhu atau kelembaban, kegagalan atau tidak memadainya kerja suatu sistem pengatur udara, sistem pendingin atau pemanas karena kesalahan pengoperasian;
    10. paparan terhadap kondisi cuaca di mana harta benda dibiarkan di tempat terbuka atau tidak ditempatkan dalam bangunan yang tertutup seluruhnya.
  3. Penanggung tidak bertanggung jawab atas biaya:
    1. pembetulan material yang cacat, salah pengerjaan atau desain;
    2. pemeliharaan normal, perbaikan normal, perawatan;
    3. yang timbul dari salah atau tidak sahnya pemrograman, pelobangan, pelabelan atau penyisipan, pembatalan informasi yang tidak disengaja atau pembuangan media penyimpan data dan dari hilangnya informasi yang disebabkan oleh medan magnet.

 
PENGECUALIAN KHUSUS BAGIAN 2 (GANGGUAN USAHA)

  1. Polis tidak menjamin setiap kerugian yang diakibatkan oleh gangguan atau pengaruh pada usaha yang diakibatkan oleh:
    1. tiap pembatasan pada konstruksi kembali atau operasi yang diberlakukan otoritas publik;
    2. ketidak-cukupan kapital Tertanggung untuk pemulihan atau penggantian harta benda yang hilang, hancur atau rusak tepat pada waktunya;
    3. kehilangan usaha karena penundaan, pengakhiran atau pembatalan sewa ijin atau pesanan yang terjadi setelah tanggal saat barang-barang hilang hancur atau rusak tersebut kembali dalam kondisi dapat dioperasikan dan kegiatan usaha dapat dimulai lagi, seandainya sewa ijin atau pesanan belum berakhir atau ditunda atau dibatalkan.
  2. Polis tidak menjamin risiko sendiri yang tercantum dalam Ikhtisar yang menjadi beban Tertanggung.

[-]
Apa Saja Yang Perlu Diketahui Mengenai Produk Ini?
  1. Klausul Tambahan
    Pada polis terdapat beberapa klausul tambahan yang memuat definisi, tambahan jaminan dan yang tidak dijamin. Klausul ini akan diberikan berdasarkan permintaan dan pertimbangan perusahaan atas risiko yang dihadapinya.
  2. Harga Pertanggungan
    Harga Pertanggungan pada polis dibagi dalam beberapa sesi yang terpisah, yaitu bangunan, perabot, stock, dan mesin-mesin. Harga Pertanggungan tidak boleh lebih kurang dari biaya pemulihan seandainya harta benda tersebut dipulihkan yang berarti biaya penggantian benda yang diasuransikan dengan benda baru dalam kondisi yang sama.
  3. Risiko Sendiri (Deductible)
    Polis ini tidak menjamin jumlah risiko sendiri yang tercantum dalam Ikhtisar Polis sehubungan dengan masing-masing dan setiap kerugian sebagaimana yang ditentukan setelah diberlakukannya semua syarat dan kondisi lain pada polis.
  4. Okupasi Bangunan yang Dapat Diasuransikan
    Hampir semua jenis okupasi bangunan dapat diasuransikan pada produk ini, antara lain: toko, gudang, supermarket, mall, hotel, karaoke/night club, villa, sekolah, kantor, dan lain-lain.
  5. Konstruksi Bangunan
    Ada 3 jenis konstruksi bangunan dalam Asuransi Properti, yaitu:

    1. Konstruksi Kelas 1
      Apabila dinding, lantai dan semua komponen penunjang strukturalnya serta penutup atap terbuat seluruhnya dan sepenuhnya dari bahan-bahan yang tidak mudah terbakar. Jendela-jendela dan/atau pintu-pintu beserta kerangkanya, dinding partisi dan penutup lantai boleh diabaikan.
    2. Konstruksi Kelas 2
      Apabila bangunan yang kriterianya sama seperti apa yang disebutkan dalam bangunan berkonstruksi kelas 1 (satu), tetapi dengan kelonggaran-kelonggaran sebagai berikut:

      • Penutup atap boleh terbuat dari sirap kayu keras.
      • Dinding-dinding boleh mengandung bahan-bahan yang dapat terbakar sampai maksimum 20% dari luas dinding.
      • Lantai dan struktur-struktur penunjangnya boleh terbuat dari kayu.
    3. Konstruksi Kelas 3
      Apabila kriteria bangunan diluar bangunan konstruksi kelas 1 dan kelas 2.
[-]
Berapa Premi Yang Harus Saya Bayarkan?

Premi produk ini sangat bergantung pada Underwriting Information berikut ini:

  1. Okupasi Bangunan
  2. Harga Pertanggungan
  3. Konstruksi Bangunan
  4. Jarak Pemisah dengan Obyek lain
  5. Sistem Pengamanan dan Pencegahan Risiko
  6. Jumlah barang berbahaya api yang disimpan di dalam bangunan (contoh: cat, bensin, minyak tanah, thinner, dll)
  7. Pengalaman kerugian dalam 5 (lima) tahun terakhir
[-]
Bagaimana Prosedur Mengajukan Klaim?
  1. Dalam hal suatu kejadian yang dapat menimbulkan klaim, Tertanggung harus:
    1. Segera memberitahu Penanggung melalui telepon/email, mengenai sifat dan tingkat kerugian kehancuran atau kerusakan;
    2. Melakukan semua langkah yang berada di dalam kekuasaannya untuk memperkecil tingkat kerugian kehancuran atau kerusakan;
    3. Menjaga bagian yang terkena dampak dan membuatnya tersedia untuk diinspeksi oleh wakil atau surveyor Penanggung;
    4. Menyerahkan semua informasi dan bukti dokumen yang diminta Penanggung;
    5. Segera melapor kepada polisi yang berwenang dalam hal kehilangan atau kerusakan karena pencurian atau pembongkaran atau kerusakan akibat perbuatan jahat.

    Setelah pemberitahuan diberikan kepada Penanggung sesuai kondisi ini, wakil Penanggung mempunyai kesempatan untuk melakukan inspeksi kerugian kehancuran atau kerusakan sebelum suatu perbaikan atau perubahan dilakukan.

  2. Tertanggung tidak berhak mengabandon harta benda kepada Penanggung baik yang diambil-alih oleh Penanggung atau tidak.

 
Penanggung akan memberi ganti rugi dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah diterimanya laporan akhir dari Jasa Penilai Kerugian (Adjuster) atau bukti kerugian yang setara.

[-]
Bagaimana Cara Mengajukan Permohonan Asuransi?

Informasikan Underwriting Information kepada kami beserta foto-foto kondisi obyek pertanggungan melalui email kami ke: bondan@pusatasuransi.com atau melalui WhatsApp di +6281331064766.

[-]

 

PAR/IAR Clause(s) Policy Wording

All Rights Reserved. Copyright © 2018 - PusatAsuransi.com
error: Protected Content!!