Asuransi Pengangkutan Barang (Marine Cargo Insurance)

marinecargoinsurance

Apa Itu Marine Cargo Insurance?

Marine Cargo Insurance merupakan asuransi yang memberikan jaminan kerugian atas muatan atau kargo terhadap risiko-risiko yang dijamin dalam Klausul Institusi Kargo (Institute Cargo Clause) A/B/C 01.01.82 yang tercantum dalam Polis, yang berlaku sejak saat barang meninggalkan gudang atau tempat penyimpanan yang disebutkan dalam polis sebagai awal dimulainya perjalanan, berlaku terus selama perjalanan yang wajar.

[-]
Apa Saja Yang Dijamin?

Terdapat 3 (tiga) pilihan Klausul Manfaat Marine Cargo, yaitu:

  1. Institute Cargo Clause (ICC) “A” 01/01/82
    Memberikan jaminan kerugian atas muatan terhadap segala jenis risiko (all risks) kecuali risiko-risiko yang dikecualikan sebagaimana tertera dalam ICC “A” Poin Pengecualian pada spesimen Polis.
  2.  

  3. Institute Cargo Clause (ICC) “B” 01/01/82
    Memberikan jaminan hanya untuk risiko-risiko sebagai berikut:

    • kebakaran atau ledakan.
    • kapal atau perahu kandas karam tenggelam atau terbalik.
    • alat angkut darat terbalik atau keluar dari rel.
    • tabrakan antara kapal dengan kapal atau tabrakan antara kapal perahu atau alat angkut dengan benda dari luar selain kapal kecuali air.
    • pembongkaran barang di pelabuhan darurat.
    • gempa bumi letusan gunung berapi atau petir.
    • pengorbanan kerugian umum.
    • pembuangan barang dari kapal ke laut dalam upaya menyelamatkan kapal beserta seluruh kepentingan di dalamnya (jettison) atau tersapu barang ke laut karena ombak.
    • masuknya air laut danau atau sungai ke dalam kapal perahu palka alat angkut kontainer mobil boks atau tempat penimbunan.
    • Kerugian total per koli hilang terlempar atau jatuh selama dimuat ke, atau dibongkar dari, kapal atau perahu.
  4.  

  5. Institute Cargo Clause (ICC) “C” 01/01/82
    Memberikan jaminan hanya untuk risiko-risiko sebagai berikut:

    • kebakaran atau ledakan.
    • kapal atau perahu kandas karam tenggelam atau terbalik.
    • alat angkut darat terbalik atau keluar dari rel.
    • tabrakan antara kapal dengan kapal atau tabrakan antara kapal perahu atau alat angkut dengan benda dari luar selain kapal kecuali air.
    • pembongkaran barang di pelabuhan darurat.
    • pengorbanan kerugian umum.
    • pembuangan barang dari kapal ke laut dalam upaya menyelamatkan kapal beserta seluruh kepentingan di dalamnya (jettison) atau tersapu barang ke laut karena ombak.

 
icc-table

[-]
Apa Saja Yang Tidak Dijamin?

Pengecualian umum dalam polis ICC “A”, ICC “B”, dan ICC “C” Marine Cargo adalah kerugian akibat hal-hal sebagai berikut:

  • Dilakukan dengan sengaja oleh tertanggung atau pegawainya.
  • Bocor, berkurang berat, susut biasa, keausan yang wajar atas barang.
  • Packing yang kurang baik, kurang memadai termasuk di dalam kontainer.
  • Kerusakan karena sifat alamiah barang, karat.
  • Kerugian karena sebab keterlambatan.
  • Kerugian karena ketidakmampuan keuangan tertanggung.
  • Kapal Pengangkut tidak laik laut, overload.
  • Akibat resiko nuklir dan sejenisnya.
  • Akibat resiko perang, huruhara, kerusuhan (tersedia jaminan opsional)_.
  • Lainnya merujuk pada polis.

[-]
Apa Saja Yang Perlu Diketahui Mengenai Produk Ini?
  1. Masa Berlakunya Asuransi
    Jaminan asuransi berlaku sejak saat barang meninggalkan gudang atau tempat penyimpanan di tempat yang disebutkan sebagai awal dimulainya perjalanan, berlaku terus selama perjalanan yang wajar dan berakhir pada:

    • Saat diserah-terimakan di gudang Penerima atau di gudang terakhir lain atau tempat penyimpanan di tempat tujuan yang telah disebutkan; atau
    • Saat diserah-terimakan di gudang atau tempat penyimpanan lain, baik sebelum atau di tempat tujuan yang telah disebutkan, yang dipilih Tertanggung baik digunakan untuk penyimpanan diluar jalur perjalanan yang wajar, atau untuk alokasi atau distribusi; atau
    • Saat berakhirnya waktu 60 hari setelah barang yang diasuransikan selesai dibongkar dari kapal di pelabuhan pembongkaran terakhir,

    mana yang terlebih dahulu terjadi.

  2. Persyaratan Asuransi
    1. Alat angkut yang melalui jalur laut harus memenuhi kualifikasi sebagai berikut:
      • Kapal Besi (Kargo), usia maksimal 25 tahun, tonase minimum 1,000 GRT
      • Tongkang & Tug Boat, usia maksimal 15 tahun, tonase minimum 100 GRT
      • LCT, usia maksimal 15 tahun, tonase minimum 100 GRT
    2. Setiap kapal wajib memiliki sertifikat Classification dari anggota International Association of Classification Societies (IACS) atau Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) (tidak berlaku untuk pengangkutan dari dan keluar negeri).
    3. Untuk pengangkutan barang-barang tertentu (restricted class commodity/equipment) wajib mendapatkan rekomendasi dari Independent Marine Surveyor (IMS) yang ditunjuk oleh Penanggung sebelum perjalanan dimulai. Segala biaya survey dibayarkan oleh Tertanggung.

    Di luar ketentuan di atas hanya dapat diberikan dengan pertimbangan-pertimbangan khusus (business consideration).

  3. Harga Pertanggungan
    Harga Pertanggungan dalam Marine Cargo Insurance merupakan “Agreed Value” atau “Nilai yang disepakati”. Secara wajar, Harga Pertanggungan dapat merujuk pada nilai invoice yang dapat ditambahkan dengan biaya angkut (shipment fee) dan estimasi profit yang dihasilkan.
  4. Ketentuan Polis
    • Periode pertanggungan berlaku tahunan (Open Policy) atau per periode (Single Voyage) sesuai dengan tanggal berlaku dan berakhirnya pertanggungan yang tertera pada dokumen polis.
    • Subjectivity merupakan kondisi khusus yang diberlakukan apabila ada informasi dari Tertanggung dan masuk ke dalam Policy Schedule dan menjadi informasi yang diterapkan dalam polis. Contoh: Subject to Turn Over US$ 1,000,000.
    • Warranty merupakan kondisi khusus yang diberlakukan dan wajib dipatuhi oleh Tertanggung terkait dengan persyaratan larangan tertentu yang diberikan oleh Perusahaan Asuransi. Contoh: Warranted No Overload Cargo, Warranted Single Tow Only, dan lain-lain disesuaikan dengan risiko yang dijamin.
    • Tertanggung wajib menyampaikan fakta-fakta penting yang berpengaruh terhadap penerbitan polis, dan menyampaikan setiap perubahan informasi yang bersifat penting.
[-]
Berapa Premi Yang Harus Saya Bayarkan?

Tarif Premi sangat bergantung pada “Underwriting Information” berikut ini:

  • Sifat Barang (padat/logam, cair, gas, powder, smell, dll)
  • Jenis Packing
  • Jenis Kapal dan Classification
  • Rute Pelayaran (domestik/overseas)
  • Perusahaan yang mengoperasikan kapal (experience)
  • Pilihan Jaminan dan Perluasan Jaminan
  • Estimasi Frekuensi Pengiriman (hanya sesekali saja atau tiap hari atau tiap bulan) dan Nilai Pertanggungan
  • Loss Ratio dalam 3 tahun terakhir

Berdasarkan pengalaman kami, tarif premi Marine Cargo berkisar di 0.08 – 0.25% dari Harga Pertanggungan.

[-]
Bagaimana Prosedur Mengajukan Klaim?
  • KEWAJIBAN TERTANGGUNG
    Dalam hal terjadi klaim kerusakan dan atau kehilangan barang, adalah Kewajiban Tertanggung atau Pihak yang mewakilinya untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

    1. Jangan menandatangani “Surat Tanda Terima Barang / Surat Jalan / Delivery Order” kecuali dengan memberikan catatan mengenai kerusakan dan atau kehilangan barang tersebut.
    2. Untuk klaim General Average, Tertanggung dilarang menandatangani Average Guarantee atau membayar Deposit tanpa izin tertulis Penanggung.
    3. Untuk barang dalam Kontainer
      • Periksalah dengan seksama Kondisi dan Nomor Kontainer apakah terdapat kerusakan, berlubang, dsb.
      • Periksalah dengan seksama Kondisi dan Nomor SEGEL apakah terdapat kerusakan, hilang dan apakah nomor segel sesuai dengan dokumen pengangkutan.
      • Berilah catatan pada “Surat Tanda Terima Barang / Surat Jalan / Delivery Order” jika terdapat kerusakan dan atau kehilangan barang.
    4. Segera menghubungi pihak pengangkut/carrier untuk melakukan survey.
    5. Segera menghubungi Perusahaan Asuransi untuk melakukan survey bersama.
    6. Segera melapor kepada pihak kepolisian jika terjadi kecelakaan lalu lintas, perampokan, bajing loncat dan tindak kejahatan lainnya.
    7. Ambillah Foto kontainer termasuk nomor kontainer, segel, dinding, lantai atau atap dimana terdapat kerusakan, dan kondisi barang untuk dokumentasi.
    8. Segera mengajukan tuntutan ganti rugi kepada pihak pengangkut/carrier.
    9. Menjaga barang yang rusak dan tidak boleh membuang atau menjualnya tanpa izin tertulis Penanggung.
  •  

  • SURVEY DAN PELAPORAN KLAIM
    Laporan Klaim harus disampaikan kepada Perusahaan Asuransi dalam waktu selambat-lambatnya 7 hari setelah diketahui terjadinya kerusakan dan atau kehilangan barang, agar Perusahaan Asuransi atau Survey Agent dapat segera melakukan survey untuk mengetahui penyebab kerusakan. Tertanggung berkewajiban untuk memberi kesempatan kepada Perusahaan Asuransi atau Loss Adjusters yang ditunjuk untuk memeriksa kerusakan barang, kerusakan kapal, wawancara dengan Nahkoda dan atau ABK atau pihak terkait lainnya.
  •  

  • DOKUMEN KLAIM
    1. Claim Form yang telah diisi lengkap disertai dengan perincian jumlah kerugian.
    2. Polis / Sertifikat Asuransi
    3. Bill of Lading atau Konosemen Asli
    4. Invoice
    5. Packing List
    6. Surat Jalan / Delivery Order
    7. Berita Acara Serah Terima Barang / Survey Report
    8. Surat Tuntutan kepada pihak pengangkut / carrier dan balasannya.
    9. Penawaran Biaya Perbaikan.
    10. Surat Penyerahan Petikemas (SP2)
    11. Laporan Kecelakaan Kapal & Surat-surat kelengkapan kapal.
    12. Laporan Polisi (untuk pencurian dan kecelakaan lalu lintas).
    13. Foto survey
[-]
Bagaimana Cara Mengajukan Permohonan Asuransi?

Informasikan “Underwriting Information” melalui email kami ke: bondan@pusatasuransi.com atau melalui WhatsApp di +6281331064766.

 
One Day Policy Services
Untuk Polis Marine Cargo Open Policy, kami dapat mengakomodir permintaan dan penerbitan sertifikat Marine Cargo dalam waktu 1 hari (one day services).

[-]

 

Download Brochure

All Rights Reserved. Copyright © 2018 - PusatAsuransi.com
error: Protected Content!!