Kuartal I-2015, Laba Generali Terkoreksi 27,44 persen

CEO Generali, Edy Tuhirman memberi penjelasan kepada wartawan (Majalah Investor)

 

Jakarta – PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) mencetak laba setelah pajak (earning after taxes) sebesar Rp 15,65 miliar (unaudited) pada kuartal I-2015, terkoreksi 27,44 persen secara year on year (yoy) dari posisi Rp 21,57 miliar. Sampai akhir Maret lalu, jumlah klaim dan manfaat yang perseroan bayar kepada pemegang polis mencapai Rp 220,92 miliar, naik 83,41 persen dari periode sama pada 2014 yang mencapai Rp 120,45 miliar.

 

Berdasarkan laporan keuangan Generali pada kuartal I-2015 yang dikutip Investor Daily, Senin (18/5), total cadangan teknis perseroan meningkat 73,33 persen (yoy) menjadi Rp 3,39 triliun dari periode sama pada Maret 2014 yang sebesar Rp 2,26 triliun. Selain itu, biaya akuisisi Generali juga naik 18,77 persen (yoy) menjadi Rp 72,97 miliar dari posisi kuartal I-2014 yang mencapai Rp 61,44 miliar.

 

Dari sisi jumlah beban, laporan kuartal I-2015 keuangan perseroan juga mencatatkan kenaikan jumlah beban sebesar 19,36 persen (yoy) menjadi Rp 458,11 miliar dari periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 439,56 miliar. Sementara selama tiga bulan pertama tahun 2015, hasil investasi Generali mencapai Rp 35,22 miliar, turun 35,88 persen dari posisi akhir Maret 2014 yang mencapai Rp 54,93 miliar.

 

Saat ini aset perseroan tercatat mencapai Rp 3,39 triliun, tumbuh 50 persen (yoy) dari periode sama pada kuartal I tahun lalu yang mencapai Rp 2,26 triliun. Sedangkan dari sisi ekuitas, perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 71,32 persen (yoy) menjadi Rp 346,12 miliar dari posisi Rp 202,03 miliar pada Maret 2014.

 

Sampai akhir kuartal I-2015, risk based capital (RBC) Generali berada dalam level 230,46 persen.Adapun perseroan berhasil membukukan premi bruto (gross written premium/GWP) sebesar Rp 453,58 miliar pada kuartal I-2015, tumbuh 9,52 persen dibanding periode sama pada 2014 yang sebesar Rp 414,13 miliar.

 

Secara kinerja perseroan menunjukkan pertumbuhan yang baik, jika dibandingkan kinerja industri perusahaan asuransi jiwa konvensional di Indonesia per Maret 2015. Pasalnya, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait industri perusahaan asuransi jiwa konvensional menunjukkan, total premi industri turun sebesar 6,90 persen menjadi Rp 22,14 triliun, klaim meningkat 4,14 persen menjadi Rp 15,03 triliun, dan aset tumbuh 11,09 persen hingga mencapai Rp 226,96 triliun.
Devie Kania/FMB

 

sumber
All Rights Reserved. Copyright © 2015 - PusatAsuransi.com Contact Us