Edy Tuhirman, Membangun Perusahaan seperti Membangun Tim Sepak Bola

Edy Tuhirman, CEO PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia
Kendati kini Edy Tuhirman menggumuli industri asuransi, sejatinya dia mulai karier bidang engineering. Sebelumnya ia berpengalaman sebagai engineer di Papua. Namun kemudian, ia banting stir di industri perbankan dan asuransi, lalu mendirikan Generali Indonesia di tahun 2008. Mendirikan sebuah perusahaan tentu bukanlah hal mudah. Lulusan Sarjana Teknik Elektro Universitas Brawijaya, Malang dan Master dari IPMI Business School, Jakarta ini berhasil membetot asuransi Generali terus berkembang dan kini jumlah agennya mencapai 5.000 orang.

 

Persoalan SDM mulanya ia akui sebagai tantangan tersendiri ketika merintis Generali pada 6 tahun lalu. Kekuatan mimpi menjadi salah satu hal yang kemudian membuatnya mampu melalui tantangan tersebut. Lebih lanjut mengenai pengakuannya tersebut, simak penuturan pehobi fotografi ini dengan reporter SWA Online, Rif’atul Mahmudah.

 

Bisa diceritakan latar belakang karier Anda?
Kalau perjalanan karier, saya lebih banyak di banking. Tetapi saya mulai karier saya sebagai engineer, kerja di Papua.

 

Sejak kapan terjun di bidang asuransi?
Saya mulai di industri asuransi sejak 6 tahun lalu, memulai Generali dari nol hingga membesarkan sampai sekarang.

 

Apa saja tantangan yang dihadapi ketika mendirikan Generali di Indonesia?
Kami memulai dari mimpi, mau membentuk seperti apa Generali ini. Tantangan sebetulnya di HR, mencari orang-orang yang mau bersama membangun mimpi. Karena bagi sebagian orang, tidak mudah, ini perusahaan baru. Tetapi, Thanks God, ada teman-teman yang mau membangun Generali dari nol dan kami melihat ke depan, Generali ini memiliki potensi yang sangat besar. Mimpi kami Generali menjadi pemain yang signifikan di industri ini.

 

Apa saja yang dilakukan?
Pertama, mimpi. Kedua, kita harus punya rencana, punya bisnis model, apa yang akan dilakukan ke depan. Dari situ baru mencari orang-orang yang tepat yang sesuai dengan rencana. Sebenarnya membangun perusahaan tidak beda dengan membangun tim sepak bola saja, mau strategi seperti apa. Dari modelnya, cari orang yang tepat untuk posisi tersebut.

 

Bagi Anda, apa pencapaian yang membanggakan ketika memimpin Generali Indonesia?
Pencapaian membanggakan bagi saya, setahun yang lalu, ada seorang penjual siomay di Semarang bisa membeli mobil sejak bergabung dengan kami. Bagi saya itu luar biasa, sangat menyentuh. Nanti akan semakin banyak orang lagi seperti itu, itu mimpi saya.

 

Target apa yang ingin Anda capai?
Mimpi saya, lebih banyak lagi orang yang tercover, punya asuransi. Inspirasi ini dari beberapa tahun lalu kita melihat di bandara masih kosong, tetapi sekarang ramai sekali. Saya ingin itu terjadi di asuransi. Karena dengan demikian asuransi bisa membantu banyak keluarga-keluarga di Indonesia sehingga keluarga-keluarga ini bisa memikirkan bagaimana masa depan anak-anak mereka bisa sekolah secara baik, bagaimana bisa pensiun secara nyaman. Negara akan kuat kalau keluarga itu kuat. Kalau keluarga solid, negara kita akan menjadi kuat. Negara kita kan punya sumber daya yang banyak sekali. (EVA)

 

All Rights Reserved. Copyright © 2015 - PusatAsuransi.com Contact Us