Asuransi Terbaik 2015 Versi “Majalah Investor”

Depan: Deputi Komisioner Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Dumoly Pardede (tengah), Ketua AAJI Hendrisman Rahim (tiga dari kiri), Ketua AAUI Ahmad Fauzie Darwis (dua dari kiri), dewan Juri (ki-ka): S Budisuharto, Herris B Simandjuntak, Abiprayadi Riyanto, Ketut Sendra dan Eri Sumiarso (kanan), dan Pemimpin Redaksi Majalah Investor Primus Dorimulu (empat dari kiri). Belakang: Direktur PT Ace Life Assurance Susanto Halim, Head of Marketing & Corporate Communications Panin Dai-ichi Life Windra K Bakrie, Direktur Utama Asuransi Umum BCA Hariyanto, Head of Marketing Division PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia Marita Widyaningrum, Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Kartono, Direktur PT Asuransi Sinar Mas Dumasi MM Samosir, Direktur Utama PT Prudential Life Assurance Rinaldi Mudahar, Direktur PT Commonwealth Life Pieter Wattimena, Direktur Reasuransi Nasional Indonesia Rusdianto, Deputi Direktur PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk Freddy Wijaya, Direktur PT Asuransi Adira Dinamika Dedi Nathan, dan Direktur PT Asuransi Bangun Askrida Andi Martawijaya, saat acara Investor Best Insurance Awards 2015, di Jakarta, 9 Juli 2015. (BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim)

 

Jakarta – Delapan perusahaan asuransi nasional meraih predikat ‘Asuransi Terbaik 2015’ versi Majalah Investor, terdiri atas tiga asuransi jiwa, empat asuransi umum dan satu reasuransi, Kamis (9/7).

 

Selain itu, diberikan pula penghargaan khusus untuk satu asuransi jiwa dan satu asuransi umum. Delapan asuransi terbaik dari asuransi jiwa dan umum terpilih dari 12 peraih nominasi yang memperoleh skor tertinggi di kelompok aset masing-masing.

 

Pada kelompok asuransi jiwa, penghargaan diberikan kepada tiga perusahaan asuransi jiwa, yaitu PT Prudential Life Assurance untuk kategori aset di atas Rp 15 triliun, PT Panin Dai-ichi Life untuk kategori aset antara Rp 5 triliun sampai Rp 15 triliun, dan PT Asuransi Jiwa Mandiri Inhealth Indonesia untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.

 

Pada kelompok asuransi umum, penghargaan diberikan kepada empat perusahaan asuransi. Dua perusahaan asuransi, PT Asuransi Adira Dinamika dan PT Asuransi Sinar Mas, menjadi juara kembar pada kategori aset di atas Rp 3 triliun. PT Asuransi Bangun ASKRIDA berhasil menjadi perusahaan asuransi terbaik untuk kategori aset antara Rp 1 triliun sampai Rp 3 triliun, dan PT Asuransi Umum BCA terbaik untuk kategori aset antara Rp 250 miliar sampai Rp 1 triliun. Sedangkan, penghargaan untuk reasuransi terbaik jatuh ke tangan PT Reasuransi Nasional Indonesia.

 

Dalam penjurian Asuransi Terbaik 2015, penilaian yang dilakukan tidak hanya meliputi penilaian kuantitatif, tetapi juga penilaian kualitatif. Untuk penilaian kualitatif, Dewan Juri memasukkan penilaian interviu dengan para peraih nominasi. Pada penjurian tahun ini, 12 perusahaan asuransi yang terpilih sebagai nominasi adalah PT Prudential Life Assurance, PT AXA Mandiri Financial Services, PT Panin Dai-ichi Life, PT Commonwealth Life, PT Asuransi Jiwa Mandiri Inhealth Indonesia, PT Ace Life Assurance, PT Asuransi Adira Dinamika, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Bangun ASKRIDA, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Asuransi Umum BCA , dan PT Asoka Mas.

 

Investor juga memberikan penghargaan khusus untuk asuransi jiwa dan umum yang mencatat pertumbuhan premi terbesar selama tiga tahun. Penghargaan khusus untuk asuransi jiwa diberikan kepada PT Ace Life Assurance. Sedangkan penghargaan khusus untuk asuransi umum diberikan kepada PT Mandiri AXA General Insurance.

 

Kriteria Pemeringkatan
Menurut ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak, tema pemeringkatan asuransi tahun ini adalah “Ketahanan Perusahaan Asuransi Menghadapi Pertumbuhan Ekonomi yang Menurun”.

 

“Tema ini terkait dengan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang mengalami penurunan pertumbuhan. Kita ingin tahu, bagaimana perusahaan asuransi menghadapinya,” ujarnya. Ketahanan menghadapi kondisi ekonomi itu, merupakan salah satu pertanyaan yang diajukan Dewan Juri dalam interviu dengan para peraih nominasi.

 

Wawancara dengan peraih nominasi, menurut Herris, merupakan salah satu bagian penting dalam penjurian. Dalam wawancara, tim juri bisa mengkonfirmasikan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan, dan mendalaminya bila dirasa ada hal-hal yang kurang jelas.

 

“Selain itu, tim juri menanyakan tiga aspek yakni aspek strategis, kesiapan menghadapi persaingan dan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta aspek implementasi GCG dan CSR. Dengan wawancara tersebut kami memiliki penilaian yang lebih komprehensif,” papar Herris Simandjuntak dalam penganugerahan penghargaan Asuransi Terbaik 2015 versi Majalah Investor, di Ballroom 2, Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (9/7).

 

Pemeringkatan ini menggunakan 14 kriteria, baik untuk asuransi umum, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria untuk asuransi umum meliputi, pertumbuhan aset rata-rata 2010–2014, pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 2010-2014, pertumbuhan ekuitas rata-rata 2010-2014, pertumbuhan premi penutupan langsung 2010-2014, pertumbuhan premi neto rata-rata 2010-2014, pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 2010-2014, pertumbuhan hasil investasi rata-rata 2010-2014, pertumbuhan laba bersih rata-rata 2010-2014, pangsa pasar premi neto tahun 2015, rasio underwriting terhadap premi neto 2015, TATO (Total Aset Turn Over) 2015, ROA (return on assets) 2015, ROE (return on equity) 2015, dan RBC (risk based capital) 2015.

 

Sementara itu, 14 kriteria untuk asuransi umum, mayoritas sama dengan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung rata-rata 2010-2014 yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 2010-2014) dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum dan reasuransi. Sedangkan kriteria pertumbuhan premi bruto 2010-2014 khusus berlaku untuk reasuransi.

 

Tidak semua perusahaan asuransi diperingkat. Ada seleksi awal yang meliputi, laporan keuangan 2014 yang dipublikasi harus sudah diaudit, laporan keuangan 2014 tidak mendapat opini disclaimer, RBC minimal 120%, masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat, tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dll), ekuitas minimal Rp 50 miliar, aset asuransi umum tahun 2014 di atas Rp 100 miliar, aset asuransi jiwa tahun 2014 di atas Rp 1 Triliun, tidak menderita rugi tahun 2014, serta data lengkap.
/HA
PR

 

sumber
All Rights Reserved. Copyright © 2015 - PusatAsuransi.com Contact Us